LEBAH.OR.ID || CIANJUR – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, diharapkan menjadi pilihan utama dalam menentukan kepemimpinan baik itu dalam politik berpartai maupun kepengurusan PBNU. Ulama kharismatik dari Cidahu, Kabupaten Pandeglang, Banten KH. Muhtadi Dimyati menyatakan hak tersebut untuk membereskan kondisi PBNU yang sekarang dinilainya mengalami kegoncangan.
Hal tersebut diutarakan oleh ulama sepuh yang biasa disapa Abuya Muhtadi di hadapan Yusuf Mars dari Padasuka TV beberapa hari lalu.,
“Untuk kondisi saat ini, Pak Muhaimin adalah jawaban demi beresnya PBNU,” ujar Abuya Muhtadi. Rabu (27/05/2026).
Menurutnya, yang dibutuhkan untuk kepemimpinan di PBNU adalah figur yang mampu menghidupkan ngaji. Salah satunya adalah usaha PKB dengan melakukan Konferensi Pesantren tempo hari.
“Jadi, bukan saja yang bisa ngaji, tapi bisa juga menghidupkan ngaji,” dawuh Abuya Muhtadi.
Ulama sepuh yang dikenal dekat dengan Almaghfullah Gus Dur ini menegaskan, dukungan yang diberikan kepada Gus Muhaimin tidak didasari oleh pemberian apapun. Hal tersebut karena sepeninggal Ayahandanya, yakni Almaghfullah Abuya Dimyati, dirinya tetap merasa mampu. Bahkan qurban yang terlaksana sekarang dengan biaya ratusan juta rupiah pun tidak ada sepersen pun dari bantuan pihak lain. Termasuk dari Gus Muhaimin.
“Bahkan pada saat dulu saya sempat bersebrangan dengan Pak Muhaimin. Tapi yang namanya manusia kan pasti tidak ada yang sempurna,” tegasnya.
Abuya Muhtadi juga menerangkan, apa yang dinyatakannya ini untuk menjalankan amanat dari Almaghfullah Ayahandanya, Ayahandanya mendapat amanat dari Mbah Dalhar Watucongol, dan Syeihk Mahfud Termas.
“Intinya untuk Islam. Jangan cek Cok negara amankan. Demi NKRI,” tutup Abuya Muhtadi.





