LEBAH.OR.ID || CIANJUR – Konsistensi perjuangan dalam berpartai di Kabupaten Cianjur, diperlihatkan oleh beberapa ulama seperti Ketua Dewan Syuro pertama dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH. Jalaludin Mahali dari Pondok Pesantren Al Istiqlal, Cicantu, Kecamatan Sukaluyu, yang sekarang telah meninggal dunia, tentu saja pilihan para tokoh karismatik tersebut diikuti pula oleh para santri dan warga sekitarnya. Salah seorang diantaranya adalah Oman Abdurrahman yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Cianjur.
Oman mengatakan, keaktifannya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak terlepas dari isyarat kuat para ulama dan tokoh politik panutan Cianjur yakni Alm. Zainal Asy’ari, agar memperkuat basis PKB. Selain itu, lingkungan dimana dia tinggalpun, yaitu kawasan Warujajar, Kelurahan Solokpandan, Cianjur, mayoritas pendukung dari PKB.
“Bahkan tahun 1998 lalu, Ketua DPC PKB Cianjur, Almarhum Pak Eem Sulaeman Mastur dan Sekretarisnya Almarhum H. Dede Asy’ari adalah tokoh politik kawakan tetangga saya,” katanya.
Oman menjelaskan, keterlibatan dirinya dalam kepengurusan PKB diawali dengan aktif sebagai kader dari Badan Otonom PKB, yakni Garda Bangsa. Dan setelah dua dasawarsa lebih, dirinya tetap memilih berkhidmat di partai berlambang Bumi dan Bintang Sembilan ini.
“Karena bagi saya, PKB adalah wadah untuk warga NU dalam menyalurkan aspirasi politiknya,” ujar Oman.
Selain itu, lanjut Oman, idealisme dan jalan perjuangan PKB sangat jelas. Yaitu untuk kejayaan Indonesia dan faham Islam Ala Ahlussunah Wal Jama’ah. Mayoritas penduduk Cianjur inipun berfaham sama dengan idealisme PKB. Namun demikian, tidak serta merta PKB mendapat atensi dan dukungan penuh dari warga Nahdliyyin.
“Tentu saja, untuk Tahun 1998 lalu, dalam berpartai masih butuh proses perjuangan agar PKB diterima oleh masyarakat luas. Berat, ya memang berat, karena Cianjur sebagai jalur utama antara Ibu Kota Jakarta dan Bandung selalu dalam pengawasan kekuasaan Orde Baru,” imbuh dia.
Dirinya merasa bersyukur, sekarang PKB mengalami peningkatan signifikan hingga mampu menempatkan kadernya sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur. Padahal diawal perjuangan, PKB dianggap sebagai partai medioker di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Cianjur.
“Enam kursi DPRD Kabupaten, satu kursi DPRD Provinsi dan satu kursi untuk DPR RI adalah sebuah kemajuan dari hasil perjuangan bersama,” tutur Oman.
Sebagai partainya warga NU, masih kata Paman, PKB Cianjur akan terus mengalami lonjakan atau tambahan suara serta kursi legislatif. Dan mampu pula membantu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melunasi hutang sejarah menyangkut persentase perolehan suara sebesar 18%. Karena angka inilah yang melekat pada NU pada Pemilu pertama Indonesia dan PKB di tahun 1998.
“Dengan pemimpin ditiap tingkatan dengan basis intelektual dan mampu memelihara basis massa, saya haqqul yakin PKB akan bertambah besar,” pungkasnya.





