CIANJUR-Pimpinan DPRD Kabupaten Cianjur Lepi Ali Firmansyah, mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang konsisten mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor jalan provinsi yang melintasi wilayah Kabupaten Cianjur.
Kebijakan ini dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pemerataan pembangunan antar wilayah.
Berdasarkan data Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, panjang jalan provinsi di Kabupaten Cianjur mencapai 186,246 kilometer. Dari total tersebut, 76,22 persen atau sekitar 141,95 kilometer telah berada dalam kondisi mantap, sementara 23,78 persen atau sepanjang 44,296 kilometer masih dalam kondisi tidak mantap dan menjadi prioritas perbaikan.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Tahun Anggaran 2025 telah mengalokasikan dana sebesar Rp 70.063.883.000,48 untuk kegiatan percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Cianjur. Alokasi tersebut terbagi atas: Rehabilitasi Jalan sebesar Rp 5.922.764.228,68, Rekonstruksi Jalan sebesar Rp 37.398.124.885,80, Pemeliharaan Berkala Jalan sebesar Rp 26.742.993.886,00.
“Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas jalan, memperluas aksesibilitas wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai kecamatan,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Lepi ini.
Selain itu, pada Tahun Anggaran 2026, Pemprov Jabar juga merencanakan lanjutan pembangunan pada sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Cianjur. Beberapa proyek strategis di antaranya mencakup pembangunan jembatan Cigugur dan jembatan Cisaep di Kecamatan Cikadu, serta program rehabilitasi dan pemeliharaan berkala jalan di sejumlah titik yang menjadi jalur utama penghubung antarwilayah.
“Kami berterimakasih atas perhatian Pemprov Jabar terhadap pembangunan ruas jalan Provinsi di Wilayah Cianjur, yang pada TA 2025 sudah masuk program dan akan dilanjutkan pada TA 2026,” ucap Kang Lepi.
Kang Lepi menilai, bahwa pembangunan jalan dan jembatan di wilayah selatan Cianjur akan meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar arus logistik dan distribusi hasil pertanian, serta mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat.
“Infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai penghubung vital bagi aktivitas ekonomi, sosial, pendidikan, dan pelayanan publik. Peningkatan kualitas jalan akan berdampak langsung pada efisiensi mobilitas masyarakat dan penguatan ekonomi daerah,” imbuhnya.
Lanjut Kang Lepi, secara keseluruhan, pembangunan jalan provinsi di Cianjur dipandang sebagai langkah strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah selatan Jawa Barat. Dukungan dari Pemerintah Provinsi diharapkan dapat memperkuat daya saing daerah dan memperluas akses ekonomi masyarakat.
“DPRD Cianjur akan terus mendorong dan mengawal kebijakan pembangunan infrastruktur agar berjalan tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)






