CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur dinilai serius dalam menangani masalah stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di Cianjur.
Keseriusan itu terlihat dalam mengambil langkah-langkah strategis dan kebijakan maupun penganggaran.
Selain itu juga, terlihat dari sejumlah program dan kegiatan yang disusun untuk kepentingan mengatasi dua masalah tersebut. Bahkan alokasi anggaran untuk dua isu ini dianggap mendapatkan porsi yang memadai.
“Saya sangat mengapresiasi komitment dan kesungguhan Pemkab Cianjur untuk penanganan dua masalah penting ini, mudah-mudahan, Cianjur kedepan bisa terbebas dari Stunting dan Kemiskinan Ekstrim,” ujar Wakil Ketua DPRD Cianjur Lepi Ali Firmansyah.
Politisi yang akrab disapa Kang Lepi ini menambahkan, pada bulan November 2024, Pemkab Cianjur menjadi terbaik 1 tingkat Provinsi Jawa Barat, kategori Akselratif Progresif dalam percepatan penurunan stunting dengan prevelensi di bawah 14% pada tahun 2023.
“Keberhasilan Pemkab Cianjur beberapa tahun terakhir dalam menurunkan stunting menjadi bukti nyata keseriusan mengatasi perosalan ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, pada tanggal 27 Desember 2025 DPRD Cianjur telah menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penetapan Keputusan Pimpinan DPRD Cianjur tentang Penyempurnaan Hasil Evaluasi Gubernur atas Raperda APBD TA 2025.
Dalam Perda APBD 2025, dikethaui bahwa APBD Cianjur tahun 2025 senilai Rp. 4.859 Triliun, yang tersebar di 135 program, 265 kegiatan, dan 902 sub kegiatan.(Jun)






