PADA periode awal berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jawa Barat, partai ini dikenal kuat pada basis pesantren, komunitas nahdliyin, masyarakat pinggiran, serta kelompok menengah bawah dengan latar belakang pendidikan sederhana.
Identitas tradisional tersebut memberikan fondasi ideologis yang kokoh, namun pada saat yang sama menciptakan batasan ketika PKB berusaha menembus ruang politik perkotaan dan kelas menengah yang memiliki karakter pemilih berbeda.
Data pemilihan umum sejak tahun 1999 sampai tahun 2014 menunjukkan, suara PKB di wilayah perkotaan cenderung stagnan dan tidak mengalami pertumbuhan signifikan. Hal ini menegaskan bahwa partai politik berbasis kultural harus beradaptasi dengan perubahan struktur sosial dan pola perilaku pemilih yang terus berkembang. Literatur tentang komunikasi politik juga menjelaskan bahwa partai yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan pemilih akan mengalami stagnasi dan kehilangan relevansi dalam kontestasi demokrasi (Perdana, 2023).
Transformasi mulai terlihat ketika Syaiful Huda atau Kang Huda terpilih sebagai Ketua DPW PKB Jawa Barat pada Musyawarah Wilayah tahun 2017. Dia membawa pemikiran baru yang menekankan pentingnya pembaruan sistem organisasi partai agar dikelola secara teknokratik sehingga menjadi lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia memperkuat fungsi manajemen partai, mendorong budaya kerja berbasis target, dan menata ulang strategi komunikasi politik agar lebih modern dan lebih adaptif. Perubahan ini membuat PKB Jawa Barat berkembang dari partai yang dikategorikan tradisional menjadi organisasi politik yang lebih terukur dan memiliki arah perjuangan yang jelas.







PKB itu mestinya partai terbesar jika ummat sadar dengan sejarah berdirinya. Sebagai partai yang dilahirkan oleh rahim PBNU sejatinya hadir sebagai driver dan manajer negeri ini. Hemat saya Ada strategi dan langkah kongkrit yang bisa dilakukan untuk mewujudkan PKB menjadi partai terbesar: “Besarkan NU (struktural dan kultural)” !! .. lakukan edukasi, advokasi, afirmasi, dan apresiasi se masif mungkin dan Istiqomah dalam harokah siyasah … Derrr ah …