Sosok Ketua DPW
Kang Huda dikenal sebagai figur yang memiliki karakter rendah hati dan kedalaman refleksi sosial. Ia tumbuh dari kultur gerakan mahasiswa (PMII) yang membentuknya menjadi sosok politisi yang dekat dengan isu-isu keadilan dan kemanusiaan. Aktivismenya dalam advokasi agraria serta keterlibatannya dalam Increst Institute menunjukkan komitmennya pada gerakan sosial berbasis intelektualitas dan moralitas publik. Nilai-nilai inilah yang membentuk fondasi etika politiknya dan membedakannya dari politisi yang hanya berkonsentrasi pada penguasaan kekuasaan formal.
Dalam perjalanan politiknya, ia terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Barat pada Pemilu 2004 dan dikenal sebagai penggagas Gerakan Percepatan Pembangunan Jabar Selatan. Pengalaman tersebut memperkuat kapasitas Kang Huda dalam memahami disparitas pembangunan antara wilayah perkotaan dan wilayah pedesaan.
Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua PKB Jawa Barat serta Wakil Ketua Komisi V DPR RI, posisi yang mencerminkan kepercayaan politik yang diberikan kepadanya oleh struktur kepartaian maupun publik. Sosok Kang Huda menjadi refleksi pemimpin politik yang memadukan nilai tradisi, perspektif intelektual, dan orientasi profesionalisme politik masa kini.
Hal yang tak bisa lepas dari sosok satu ini adalah transformasi organisasi. Transformasi PKB Jawa Barat dimulai melalui proses penyadaran internal yang disebut sebagai “cuci otak perjuangan”. Melalui proses ini, seluruh kader diarahkan untuk kembali pada nilai-nilai dasar perjuangan dan meninggalkan praktik politik pragmatis.
Upaya ini menjadi fondasi lahirnya Kredo Perjuangan PKB Jawa Barat yang memuat prinsip Gerakan Tradisi, Jaga Kehormatan, dan Rebut Kemenangan. Ketiga prinsip tersebut menjadi kompas moral dan operasional yang mengatur cara kerja kader PKB.
Upaya pembenahan struktur partai sejalan dengan temuan riset mengenai tata kelola organisasi politik. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa telah mengembangkan Political Party Integrity System atau SIPP sebagai sistem integritas internal partai (Perdana dan Hanifuddin, 2023). Sistem ini mencakup penyusunan kode etik, mekanisme rekrutmen, demokrasi internal, serta manajemen keuangan berbasis akuntabilitas. Penelitian tersebut menyatakan bahwa internalisasi nilai dilakukan melalui penyebaran nilai dan pembiasaan perilaku sebagai bagian dari institusionalisasi organisasi. Temuan ini memberi fondasi akademik bahwa transformasi PKB Jawa Barat adalah bagian dari gerakan reformasi struktural partai pada tingkat nasional.
PKB Jawa Barat juga memperkuat kualitas kader melalui Sekolah PUMR yang berarti Peduli Umat Melayani Rakyat. Sekolah ini dirancang menyiapkan kader dengan kemampuan strategis, kecakapan kepemimpinan, dan pemahaman sosial yang tajam. Melalui sekolah ini lahir generasi baru kader dengan wawasan modern dan kemampuan komunikasi publik yang relevan dengan tuntutan demokrasi kontemporer.







PKB itu mestinya partai terbesar jika ummat sadar dengan sejarah berdirinya. Sebagai partai yang dilahirkan oleh rahim PBNU sejatinya hadir sebagai driver dan manajer negeri ini. Hemat saya Ada strategi dan langkah kongkrit yang bisa dilakukan untuk mewujudkan PKB menjadi partai terbesar: “Besarkan NU (struktural dan kultural)” !! .. lakukan edukasi, advokasi, afirmasi, dan apresiasi se masif mungkin dan Istiqomah dalam harokah siyasah … Derrr ah …